WATAMPONE HALO BONE -- Dalam rangka memperingati 2 mei hari pendidikan nasional, Puluhan Mahasiswa dari aliansi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kabupaten Bone menggelar unjuk rasa di pelataran Dinas Pendidikan
Kabupaten Bone, Kamis (2/5/2013).mahasiswa HMI kecewa terhadap kepala dinas pendidikan,menurut mahasiswa HMI sebelum turun kedinas pendidikan,terlebih dahulu menyurati kadis tersebut,namun hari ini kadis pendidikan tidak sempat menemui mahasiswa dengan alasan setelah mengikuti upacara Hut 2 mei lansung pulang berhubung kurang sehat katanya.
Lanjut Para mahasiswa menggelar aksinya dengan membakar ban mobil dan mendesak Kepala Dinas Pendidikan menerima langsung aspirasi mereka.
Para pengunjuk rasa menggelar aksinya di tiga titik di Kabupaten Bone, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor
Dinas Pendidikan dan DPRD Bone Ini mempertanyakan kinerja pemerintah dan kwalitas pendidikan di
Kabupaten Bone yang di nilai 5 tahun ini tidak perna meraih juara dari propinsi dan masi banyak bangunan bangunan DAK yang ada di kabupaten bone belum selasai sampai sekarang ini sehinga siswa terpaksa belajar di bawa kolom.kadisdik bone A.MUHLIS RASID di minta bertanggung jawab dalam hal tersebut.
SELAMAT DATANG DI HALO BONE
3 Mei 2013
Polisi Diam, "Upeti" Jalan Terus
![]() |
| ilustrasi |
MOBIL-mobil plat hitam (plat gantung) semakin merajai bisnis transportasi di Makassar. Terminal Regional Daya (TRD) mati suri, begitupun pengusaha angkutan dibuat menjerit. Siapa di belakang para pemilik plat gantung ini?
------------------------------------------------------
MAKASSAR,HALO BONE--Plat gantung mulai menjamur pada tahun 2009. Musababnya, adalah relokasi terminal dari Panaikang ke Daya. TRD berhasil menyelesaikan pembangunan fisik pada tahun 2003 dan resmi dioperasikan pada akhir 2004.
Rupanya, relokasi terminal menimbulkan masalah baru.
Puluhan perusahaan angkutan (PO) dengan ratusan kendaraan berbagai jenis, menolak masuk berpangkalan ke TRD.Padahal, pemerintah kota telah mengeluarkan peringatan agar PO-PO tidak lagi menaikkan dan menurunkan penumpang di luar TRD. Terminal-terminal bayangan di beberapa titik di luar TRD, diminta segera dihentikan operasinya.
Tetapi peringatan ini tak diindahkan. Selama bertahan-tahun puluhan PO tetap menolak berpangkalan di TRD. Mereka memilih berpangkalan di perwakilan masing-masing.
Akibatnya, TRD kehilangan banyak pundi-pundi pendapatan. Penumpang berkurang. Mereka lebih memilih naik di perwakilan PO di luar terminal, daripada masuk ke TRD.
Dalam setahun, TRD tercatat kehilangan hampir Rp 400 juta dari sektor ini saja. Ini belum termasuk pendapatan karcis
dari penumpang.
Manajemen juga mencatat, sejak tahun 2004, TRD kehilangan hingga ratusan penumpang per harinya. Secara akumulatif, dalam kurun waktu setahun, terminal kehilangan hingga setengah miliar rupiah.
Imbasnya mulai tampak pada denyut bisnis di TRD. Lods-lods pedagang satu per satu mulai tutup.
Hampir 30 persen lods tak berpenghuni sejak itu.
Kondisinya kian parah tiga tahun kemudian. Banyak diantara lods yang dibiarkan rusak.
Pedagang memilih tak menempati lods-lods mereka dan pindah ke tempat lain, karena TRD dipandang tak lagi memberi harapan bisnis yang baik.
Bertahun-tahun situasi ini tanpa penyelesaian. Pengelola berupaya menempuh berbagai pendekatan agar PO-PO yang masih berpangkalan di luar TRD, bisa segera diajak masuk.
Tetapi lagi-lagi, tawaran itu mentah.
Situasi buruk memuncak pada tahun 2008. Kala itu, TRD ditinggal pergi banyak angkutan daerah. Angkutan daerah memilih berpangkalan di luar terminal dan menciptakan terminal-terminal bayangan di jalur keluar kota.
Ini adalah bentuk protes dari mereka atas kegagalan pemerintah dan pengelola terminal memasukkan PO-PO ke TRD.
Mulailah beroperasi beberapa terminal bayangan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Setidaknya ada dua titik terminal bayangan "besar" di Perintis. Diantaranya di Kilometer 14, depan Kompleks AURI dan Kilometer 16 simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin.
Di dua titik ini, terminal bayangan melayani seluruh rute penumpang di wilayah utara Makassar, mulai dari Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Bone, Wajo, Soppeng, Palopo hingga Tana Toraja.
Di dua terminal bayangan ini, pada 2009 mulai dipenuhi mobil-mobil plat gantung.
TRD semakin terpuruk dengan kehadiran dua terminal liar ini. Tahun 2010, dilakukan upaya penertiban dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah, kepolisian dan AURI.
Plat gantung beroperasi dengan bebas seperti layaknya mobil penumpang berplat kuning. Awalnya, mobil-mobil plat gantung ini sempat ditertibkan, tetapi justru membuatnya tumbuh subur.
Sekarang, jumlah mobil plat gantung di terminal bayangan hampir sebanding dengan jumlah angkutan plat kuning. Penumpang pun bergeser menjadikannya sebagai angkutan primadona.
"Dulu hanya satu dua ji yang mangkal di sini. Sekarang mungkin lebih banyak dari plat kuning. Karena memang penumpang lebih suka naik di mobil plat gantung," ucap Rendi, sopir plat gantung jurusan Bone.
Menurut dia, plat gantung punya banyak kelebihan dari mobil-mobil angkutan reguler. Mobil plat gantung bisa mengantar ke manapun di wilayah kota, tanpa batasan waktu.
"Biar siang bisa juga mengantar ke kota. Kalau plat kuning kan tidak bisa, malam jam 10 baru bisa," jelas dia.
Selanjutnya, plat-plat gantung, rata-rata mobil baru. "Merek-mereknya juga rata-rata yang terkenal. Nda sama plat kuning, kan rata-rata mobil tua," ucap Rendi.
Tetapi lanjut Rendi, sekarang ini persaingan plat gantung juga semakin kuat. Ia juga mengeluhkan semakin minimnya pendapatan karena tidak adanya pembatasan jumlah mobil angkutan daerah.
Bagaimana bisa marak?. "Ya karena kebanyakan juga yang punya mobil plat gantung itu petugasji juga. Bagaimana mau ditertibkan," ujar Sy, sopir daerah.
"Pendapatan kami turun drastis. Tidak bisaki juga apa-apa. Mereka yang mangkal di terminal liar itu, tidak ada yang berani tertibkan. Polisi diam saja," ucap Pk, seorang sopir angkutan daerah Polewali.
Pk mengatakan, plat gantung ini tidak bisa dibatasi. Mereka berpangkalan di terminal liar dan membayar tarif parkir seperti angkutan biasa.
"Mereka juga dipungut biaya Rp 10.000 per penumpang. Saya heran, polisi liat-liatiji. Tidak pernah ditangkapi," katanya.
Benarkah juga ada keterlibatan oknum anggota TNI sebagai beking? Sejumlah sopir membenarkan.
"Semua orang juga sudah tahu, siapa-siapa disitu. Saya bilang tadi, polisi saja takut. Kalau polisi sudah takut, berarti di atasnya polisi itu," ucap rekan Pk.Indikasi keterlibatan aparat TNI dalam membekingi terminal liar, telah menjadi rahasia umum di kalangan pengelola TRD.
Hanya saja, selama ini pihak TRD memilih bungkam.
Mereka berdalih, TRD tidak punya wewenang untuk melakukan penertiban sampai di luar area terminal. Terminal liar adalah wewenang dishub dan satlantas.
Karena itu pada tahun 2009, pengelola melibatkan aparat satlantas, pihak POM AURI dan dinas perhubungan untuk memediasi persoalan ini. Hasilnya, terminal liar ditertibkan dan disepakati tidak ada lagi pangkalan angkutan daerah di luar TRD.
Seluruh aktivitas pengangkutan AKAP
maupun AKDP dipusatkan ke TRD.
POM AURI kemudian mengeluarkan semacam ultimatum akan menindak tegas anggota AURI yang diduga terlibat membekingi terminal liar. Mediasi gabungan tiga institusi ini berjalan efektif.
Tetapi itu hanya bertahan dua pekan. Setelah itu, plat hitam kembali marak.
Anehnya, posko satlantas yang ada di tempat itu tidak bisa berbuat apa-apa. Polisi hanya duduk dan membiarkan terminal ini tumbuh subur.
Mobil plat hitam (gantung) dengan bebas menaikkan dan menurunkan penumpang, tanpa ada larangan parkir. Sepanjang jalan, penumpang juga berjejal.
Wajar jika kemudian, mobil angkutan daerah di TRD meradang. Karena rupanya, polisi lalu lintas pun tak berdaya menghadapi mobil-mobil plat gantung.(Andi Rudi Fathir)
29 Apr 2013
Satpol PP Bone Tertibkan PKL Demi Adipura 2013
WATAMPONE,JELAJAH POS.COM-Dalam rangka penilaian Adipura tingkat kabupaten se sindonesia,Pemerintah kabupaten bone terus melakukan pembenahan dari segi penataan kota,demi mendapatkan predikat kota terbersih,salah satu persyaratan untuk mendapatkanya dalah menjadi kota yang bersih dari segi penataan tata ruang,mengatur pedagan kaki lima yang dinilai menggangu keindahan kota bone.
Satuan polisi Pamong Praja selaku Penegak Perda bone terus melakukan
Penertiban di sepanjang ruans-ruas jalan utama di kabupaten bone,untuk di tertibkan agar tidak menggangu keindahan kota bone demi mendapatkan predikat kota bersih.
Safei,selaku penaggungjawab satuan polisi pamong praja pemkab bone,mengatakan,bahwa masyarakat dilanrang keras menjual di atas trotoar jalan yang dapat menggangu keindahan kota itu sendiri,ujarnya.
Salah satu pedagang kaki lima,Nani yang sehari-harinya menjual buah-buahan memprotes kebijakan pemerintah,yang dianggap dapat membunuh mata pencaharian kami,dan menolak di relokasi dengan alasan bahwa selama ini membayar distribusi,ujarnya.
Saat Di singgung mengenai pasar malam yang yang terletak di pusat kota bone,safei angkat bicara " akan di pindahkan secepatnya karena dinilai menggangu para pengguna jalan dan menggagu lajur lalu lintas,apalagi di saat malam hari,ungkapnya
Dan kami tinggal menuggu perintah dari pimpinan langsung sebagai atasan kami untuk dapat mengambil langkah-langkah untuk menertibkan para pedagan kaki lima yang ada di pasar malam"demi untuk mendapatkan predikat kota bersih yang telah di targetkan bapak bupati bone,Andi Fashar,ungkapnya.Laporan Andi Wahyudi
Satuan polisi Pamong Praja selaku Penegak Perda bone terus melakukan
Penertiban di sepanjang ruans-ruas jalan utama di kabupaten bone,untuk di tertibkan agar tidak menggangu keindahan kota bone demi mendapatkan predikat kota bersih.
Safei,selaku penaggungjawab satuan polisi pamong praja pemkab bone,mengatakan,bahwa masyarakat dilanrang keras menjual di atas trotoar jalan yang dapat menggangu keindahan kota itu sendiri,ujarnya.
Salah satu pedagang kaki lima,Nani yang sehari-harinya menjual buah-buahan memprotes kebijakan pemerintah,yang dianggap dapat membunuh mata pencaharian kami,dan menolak di relokasi dengan alasan bahwa selama ini membayar distribusi,ujarnya.
Saat Di singgung mengenai pasar malam yang yang terletak di pusat kota bone,safei angkat bicara " akan di pindahkan secepatnya karena dinilai menggangu para pengguna jalan dan menggagu lajur lalu lintas,apalagi di saat malam hari,ungkapnya
Dan kami tinggal menuggu perintah dari pimpinan langsung sebagai atasan kami untuk dapat mengambil langkah-langkah untuk menertibkan para pedagan kaki lima yang ada di pasar malam"demi untuk mendapatkan predikat kota bersih yang telah di targetkan bapak bupati bone,Andi Fashar,ungkapnya.Laporan Andi Wahyudi
ACC Desak Polda Tuntaskan Kasus Alkes
MAKASSAR,HALO BONE--Aktivis Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel mendesak Polres Sinjai segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai tahun 2009. Desakan itu dilontarkan lantaran sudah hampir setahun tidak tuntas penanganannya.
"Sebaiknya Polres memberikan informasi ke publik soal perkembangan penanganan kasus tersebut. Justru dengan sikap diam bisa menimbulkan ke persepsi macam-macam," kata Abdul Muthalib Direktur Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel, Jumat (19/4)
Menurut Muthalib, Polres Sinjai harus punya komitmen dalam memberantas tindak pidana korupsi di wilayahnya sendiri. Polres Sinjai seharusnya bisa segera menaikkan tahapan penanganannya menjadi tahap penyidikan karena kasus ini terbilang sangat lama bahkan terkesan jalan di tempat.
"Tidak ada salahnya, Polres menyampaikan info perkembangan kasus tersebut, sebab kasus ini sudah sangat lama ditangani, seharusnya Polres Sinjai sudah menaikkan proses penanganannya ke penyidikan serta berinisiatif menetapkan tersangka,'' katanya.
Sebelumnya, Kapolres Sinjai AKBP Toto yang dikonfirmasi wartawan enggan memberikan komentar seputar kasus tersebut.
"Media mempertanyakan bukan berarti mengganggu proses hukum, namun dalam kerangka pengawasan. Kasus ini sudah ditangani Polres sejak tahun 2009 lalu . Memang sudah cukup lama ," tukas Muthalib.
Polres Sinjai mengusut dugaan mark-up proyek pengadaan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Sinjai Tahun 2009 yang telah dilaporkan oleh salah satu LSM lokal di Sinjai tahun 2011 lalu.
Penyidik Reskrimsus Polres Sinjai telah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua dan anggota panitia lelang, PPK, panitia pemeriksa barang , Kuasa Pengguna Anggaran, pemeriksaan terhadap fisik barang berupa alat-alat kesehatan yang telah tersalur ke Puskesmas dan Puskesmas pembantu di 9 kecamatan di Sinjai serta berita acara penyerahan barang.
Sekaedar diketahui, proyek pengadaan alkes di Dinkes Sinjai tahun 2009 menggunakan anggaran Rp 3.625.468.000 dengan rekanan CV. Trimega Karya Persada Jakarta Laporan.A.Rudi
Tiga tabrakan di Jakarta terjadi Senin dinihari
Jakarta HALO BONE - Sejumlah kecelakaan lalu lintas terjadi sejak Minggu (28/4) malam hingga Senin (29/4) pagi di wilayah DKI Jakarta.
"Sebuah mobil menabrak pembatas jalan di Pondok Indah, sebelumnya ada mini bus di Tol Priuk yang menabrak truk, dan malam tadi ada dua pengendara motor yang tertabrak di Bunderan HI," demikian keterangan petugas pengelola Pusat Manajemen Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (TMC Polda Metro Jaya) Brigadir Erwin Prabowo saat dihubungi dari Jakarta, Senin.
Hingga Senin pukul 04.45 WIB pagi, Erwin mengatakan data terakhir adalah sebuah mobil jenis city car berwarna merah menabrak pembatas jalan, di sekitar bundaran Pondok Indah yang diduga karena pengemudi hilang kendali.
Akibat tabrakan itu, dari foto yang diunggah akun twitter resmi TMC Polda Metro Jaya, roda depan sebelah kanan mobil tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Sebelumnya, sekitar pukul 02.30 WIB, dua pengendara motor menjadi korban tabrakan oleh sebuah mobil di dekat kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat.
Dua pengendara motor yang ditabrak mengalami luka-luka.
Kemudian pada 03.20 WIB, terdapat sebuah mobil mini bus yang menabrak sebuah truk di gerbang Tol Halim Perdana Kusuma yang megarah ke Cawang, Jakarta Timur.
Beberapa jam sebelumnya, menurut TMC Polda Metro Jaya, sebuah mobil terbakar di KM 15,600 Tol Warakas (arah ke Priok). Belum terdapat laporan mengenai korban atas kejadian tersebut.ANTARA
28 Apr 2013
Intruksi Bupati Bone Mulai di Laksanakan
WATAMPONE HALO BONE membahas intruksi Bupati Bone kepala dinas pendidikan kabupaten Bone -sulawasi selatan
rabu 24 /4/2013,dalam Rapat koordinasi yang di hadiri 27 Kepala uptd dalam rangka menindak lanjuti instruksi bupati.
Ada beberapa hal yg perlu dilakukan imbauannya.
sebagai pegawai negeri sipil (Pns) harus bekerja secara maksimal, penerapan budaya kerja organisasi, disiplin, bekerja cerdas, kerja
keras, kerja ikhlas, kalau ada sk yg ditanda tangani harus diketahui aturannya, mendukung program kerja bupati, tuntaskan pekerjaan
yang ada dan Jangan dibiar2kan.
Harus kita ketahui visi misi bupati selanjutnya dijabarkan, sehingga program bupati 5 tahun terealisasi.
Guru diharapkan berkualitas, jangan hanya keluar sertifikasi hanya dikonsumsi tidak dibelikan buku karna kualitas anak dibutuhkan.
Rka tahun ini program bupati dimasukkan Kualitas guru,Mulai hari ini apel pagi dan sore akan dilaksanakan kembali.
oleh karna itu Uptd diharapkan bergantian ikuti upacara di sekolah2, Liat pelaksanaan upacara, apakah guru upacara ikuti atau tidak,
jangan selalu diabsenkan ujarnya.
Ditegaskan kepada setiap guru dilarang seenaknya datang dalam jam kerja,
lanjut Tidak boleh dikasi izin mengurus kecuali ada hal2 tertentu.
kepala UPTD juga disarankan,Kadisdik juga menekankan agar kegiatan ekstra terus diitensifkan,Honorer diminta gunakan pakaian
hitam putih,tegasnya dalam penyampaian di rapat kordinasi.Editur Rina:Laporan Inok
18 Apr 2013
Bupati Bone Datangi Satu Persatu Instansi di Daerah
WATAMPONE JELAJAHPOS.COM—memasuki hari pertama { 19/04/13} Bupati dan wakil Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi - Ambo Dalle mengelilingi beberapa instansi yang ada di kantor Daerah.
Ada beberapa kepala bagian yang tidak ada di tempat saat bupati Bone mendatangi satu persatu untuk melihat kondisi kantor pelayanan Diantaranya kepala UPTP tidak ada di tempat,bagian program, perlengkapan,sekda.Di tambahkan juga wakil Bupati Bone H.AMBO DALLE menjelaskan kalau desain kantor pelayanan Beberapa loket l salah desain, dan Bupati meminta agar memaparkan jumlah pembayaran 1 meter berapa pembayarannya di kalikan berapa dan berapa hari bisa selasai setiap surat -surat ijin yang di keluarkan. Ruangan kantor perlengkapan juga di nilai tidak sehat oleh wakil Bupati.
Terakhir Ruangan sekda yang di nilai tidak adil di dalam ruangan pimpinan Ful AC sedang di luar ruang sekretaris tidak memiliki AC wakil bupati meminta agar semua posisi di rubah.
Editur.A.Wahyudi Laporan: Amran
16 Apr 2013
Camat 2 boccoe dilaporkan ke polisi
![]() |
| Rusdi KETUA LSM LAMELLONG |
JELAJAH POS WATAMPONE. Camat 2 boccoe Kabupaten Bone Sulawesi selatan MUSTAMING,S.IP,M.Si selaku camat di laporkan kepolisi terkait pelecehan terhadap wartawan .
Saat wartawan harian tribun bone yang hadir dalam rapat tersebut langsung mengkompirmasi mengenai wartawan tanpa terkecuali di hargai 20. ribu saja lalu di suruh pulang katanya.
Setelah wartawan elektronik bone yang mengetahui kabar tersebut langsung turun kelokasi dan menemui kapolsek dua Boccoe AKP ARMIN [15/04/13] yang di kompirmasi oleh igo, AKP ARMIN membenarkan kalau camat tersebut memang mengatakan wartawan penghargaannya 20 ribu rupiah saja lalu di suruh pulang ,AKP ARMIN juga sempat hadir di rapat koordinasi tersebut.
sesuai dengan hasil rapat bersama dengan perangkat pemerintahan yang ada di 2 boccoe kab.Bone di sampaikan dalam rapat tersebut bahwa apabila ada wartawan yang datang ke instansi silahkan kasih saja uang Rp.20 rb baru suruh pulang katanya,disaat rapat koordinasi yang dihadiri oleh Tripika,Desa dan Lurah Serta kepala UPTD se Kecamatan 2 boccoe.
Pelecehan Terhadap wartawan LSM Lamellong tindak lanjuti hari ini Melaporkan MUSTAMING,S.IP,M.Si ke polres Bone sekitar pukul 03 sore [ 16/04/13],camat tersebut dinyatakan tidak professional dalam menjalankan tugas di pemerintahan,sebaiknya diparkir saja.
Editur.A.Wahyudi Laporan Ambos,Rusdi.
Tersambar Petir, Tujuh Warga Tewas, Dua Kritis
![]() |
| Samade Salah satu korban kini menjalani perawatan |
Peristiwa naas tersebut terjadi saat kesembilan orang itu tengah menggiling padi hasil panen di sekitar gubuk yang terletak di tengah persawahan. Dan ketika hujan beserta petir mengguyur daerah tersebut, mereka pun memelih untuk berteduh digubuk mereka.
Ketika itulah sebuah petir menyambar gubuk berukuran 4 x 6 meter itu. Gubuk itu hangus dan tujuh orang yang berada di dalamnya tewas serta dua lainnya mengalami luka serius dan saat ini dalam keadaan kritis.
Ketujuh warga yang tewas adalah Masdar, Baharuddin Baba, Kani, Maddiseng, Naima, Ikhsan Yusuf, dan Appi, sementara dua orang yang kritis adalah Abdul Hayat (37) dan Samade (22).
Kedua korban terluka parah itu pun langsung dilarikan ke Puskesmas Lappa Riaja, sementara korban tewas dibawa pulang ke rumah masing-masing untuk dimakamkan esok harinya.
"Memang saat kejadian, turun hujan, tapi tidak terlalu deras cuman suara petir saja yang sangat keras dan enam orang meninggal di tempat yang satunya meninggal di jalan," beber Saharuddin, Kepala Desa Selli.net
Tiga Nelayan, Cabuli Gadis Dibawah Umur
![]() |
| Ilustrasi (Internet) |
"Saya dipaksa meladeni nafsu bejat mereka. Kalau saya menolak, saya di beri minuman keras," terang salah korban berinisial IW (16) kepada Bonepos.
Para pelaku masing-masing bernama Cemmang, Aslandi dan Lutung. Mereka merupakan nelayan yang tinggal di Lingkungan Balakang, Kelurahan Toro, Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Cemmang dan Lutung merupakan saudara kandung telah memiliki keluarga dan anak. Sedangkan Aslandi merupakan pemuda yang belakangan menjadikan korban sebagai pacar untuk meladeni nafsu bejatnya.
Dari pengakuan korban, peristiwa yang menimpanya itu berawal saat ia bersama temannya bernama Imma berboncengan sepeda motor. Imma kemudian membawanya rumah Cemmang yang saat itu sedang minum bersama dengan dua pelaku lain.
Cemmang pun memaksa korban meladeni nafsunya dengan mengancam akan memukul korban jika tidak mengabulkan keinginannya itu. Usai melampiaskan hawa nafsunya, Aslan dan lutung kemudian membawanya ke tempat pelelangan ikan dan lagi-lagi meminta korban meladeni nafsu bejatnya.
"Cemmang meniduri saya sebanyak satu kali begitu pula adiknya sedangkan pacar saya dua kali," jelas warga Kecamatan Barebbo tersebut di hadapan polisi.
Dengan sangat terpaksa korban juga sempat meminta maaf kepada pacarnya Aslan, karena melaporkan kasus yang menimpanya itu kepada polisi.
"Minta maafka kak saya laporki, hamil nanti," ungkapnya
Sementara itu, Pjs Kasub Humas Polres Bone Ipda Andi Abdurrahman menjelaskan, pihaknya telah menangkap salah satu pelaku. Sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam penyidikan polisi karena saat rumah kedua pelaku didatangi, keduanya sedang tidak berada di rumahnya. Ia menyebutkan, pihaknya juga masih mencari perempuan bernama Imma yang mengantar korban ke rumah pelaku.
"Kami masih mengejar dua pelaku lain untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," terang Abdurrahman.bonepos
Langganan:
Komentar (Atom)









